CEK FAKTA
Vendor Proyek KDMP Enrekang Tagih Rp500 Juta, Minta Kodim 1419 dan Kodam XIV Buka Data Pembayaran
Seorang vendor pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Enrekang mengklaim masih terdapat selisih pembayaran sekitar Rp500 juta atas pekerjaan di tiga titik yang disebut telah rampung 100 persen. Vendor meminta Kodim 1419/Enrekang dan Kodam XIV/Hasanuddin memberikan penjelasan terbuka terkait status pembayaran tersebut.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, vendor tersebut mengklaim pekerjaan pembangunan KDMP pada tiga titik telah rampung 100 persen. Namun, berdasarkan perhitungannya, masih terdapat selisih pembayaran sekitar Rp500 juta yang disebut belum diterima.
Vendor tersebut meminta adanya kejelasan dari Kodim 1419/Enrekang dan Kodam XIV/Hasanuddin mengenai perhitungan dan realisasi pembayaran pekerjaan tersebut.
Ia juga meminta agar data pembayaran dibuka secara transparan apabila terdapat perbedaan perhitungan antara pihaknya dengan pihak terkait.
“Kalau memang perhitungan saya salah, tunjukkan datanya. Tetapi kalau memang itu hak saya, mohon segera diselesaikan,” demikian inti pernyataan vendor tersebut dalam unggahan yang beredar.
Vendor menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memperpanjang polemik, melainkan meminta kepastian mengenai pembayaran atas pekerjaan yang diklaim telah diselesaikan.
“Saya hanya ingin satu hal, kejelasan dan penyelesaian atas hak saya,” tulisnya.
Informasi tersebut bersumber dari unggahan akun Keeky Amier di Grup Facebook “PROYEK KOPERASI DESA MERAH PUTIH”.
Hingga berita ini disusun, klaim mengenai selisih pembayaran sekitar Rp500 juta tersebut belum diverifikasi secara independen oleh TEROPONG MAKASSAR. Redaksi masih memerlukan konfirmasi dari Kodim 1419/Enrekang, Kodam XIV/Hasanuddin maupun pihak terkait lainnya untuk memperoleh keterangan mengenai nilai kontrak, progres pekerjaan, mekanisme pembayaran serta status penyelesaian proyek.